Nothing much has happened in the last couple of days and I have lost interest in writing what I said I would write -- and it's actually nothing that can't be summarized by the title above. So I'll just throw some random thoughts here.
I got a new laptop. Which was quite a surprise, as my company is not one known for buying brand new laptops -- reuse whenever you can, at all cost -- for their employees. And it came with a genuine leather -- at least it smells like it -- case. And it has a wireless card -- don't all laptops these days? And the keys all work. Woohoo!!!
That's the good news. The bad news -- well, it's not that bad, actually, it's just human nature to complain -- is that I have only 2 days to move all my files from the old laptop. Not so easy when you have been using the same laptop for almost two years. Even more difficult when you are lazy, of course.
The most anticipated TV show on this island finally made its debut last Monday. Singapore Idol, I mean. Not being a fan of these Idol shows, I caught the last quarter an hour of it. Not bad, I must say. Quite entertaining -- in good and bad ways.
It's a good thing, I guess, that the show is in English. It allows the judges -- four of them -- to be less original and come up with Cowell-esque remarks like, "Luckily that rose on your shirt is artificial; if not it'd be dead." The editing is quite creative, though -- good job so far. And surely the Singaporean spirit from the idol-wannabes is commendable. I have nothing else to compare to except AI and I say, they're not less spirited here.
BTW, it's Singapore Idol and not Singaporean Idol because they expect a lot of foreigners taking part. Imagine having a Singaporean Idol who is an Indonesian -- hey, one must show loyalty to one's country. That's the official reason, at least. It could be something more practical, like the difficulty in fitting Singaporean into the oval logo. South Africa and Serbia & Montenegro, BTW, solved this problem by simply calling their shows Idols and Idol, respectively.
That said, I don't think a foreigner would stand a chance once it comes to audience votes. I know it's supposedly a singing contest and all, but if the final two -- even three for that matter -- had any non-Singaporean, I would say this country has some patriotism problem. Although I won't bet against an Indonesian hacker... Oops, cross that, sorry. Not that it didn't happen before, of course.
Well, lookie here, it's six already. Time to have dinner with the guys. Which means I will miss SI's second episode at eight thirty. But that's all right, so long as I don't miss The Amazing Race at ten.
Current music: Search - Isabella -- I'm at work, but must try out my new laptop's speakers
Current mood: happy
tida tertarik idol idolan, sekarang nongton Amazing Race saja saya taselera... tada pasangan homo ganteng sich nek...
hei suda 3 kali berturut turut jadi nomor satu dapet hadiah apa nich? jangan odol cantik ya nek...! ^^;v
Memang Jeng Chrys ini paling produktip. Salut deh ah. Odol rasa stroberi aja, Jeng, lumayan kalo laper.
Wah, lama ga nyala tiba-tiba udah ada 2 postingan baru. Rajin amat lu, Om.
Eh, eh, mau nanya niy, serius. Itu bener-bener lagi dengerin lagu itu yah? Jadul amat. Lagu jaman gw kelas 3 ato 4 SD, lagu paling ga jelas. Kesannya dua-duanya saling cinta, tapi tuss belakangan ada kata-kata:
Moga dibukakan pintu hati mu untukku
Akan terbentang jalan andainya kau setia
Jadi Isabella-nya ga setia dan si Amy Search [benerkah itu namanya?] setia? padahal katanya cintanya ga mulus kerana adat yang berbeza. Bukan karena setia dan ga setia.
adu neng X odol rasa belis krim iris saja saia tamau apalagi cuma setroberi... :))
aduch si Buntjis masi esde saia suda pakae rok biru huaaa tuanya saiaa... >_
Nggak usahlah terlalu diambil ati, Buncis, namanya juga kisah cinta dua dunia. Entar kita sok membahas malah salah. Kan malu.
Tapi karena saya orangnya keras kepala, jadi marilah kita bahas juga.
Sepertinya begini. Mereka itu terpisah karena adat yang berbeza. Jadi akhirnya si Isabella ini balik lagi ke alamnya, ninggalin si Amy.
Tapi -- sebelon akhirnya jadian lagi ama Hawkeye -- ternyata Amy masih menyimpan asa. Siapa tau bakal ada jalan, seandainya Isabella, biarpun udah terpisah, masih tetep setia en mau mempertimbangkan kembali keputusannya meninggalkan Amy.
Jadi kesimpulannya di sini, si Isabella itu dominan en Amy submisif.
Heh? Beneran lagu Isabella itu yang dimaksud? Gue kira lagu Isabella yang laen. Masih pada apal gitu, kata-katanya. Lagu jaman kapan tuh ya? Ada 15 tahun lalu, kali ya?
Elu kan lebih tua, Juwi ;)
Jadi kalo buat elu 15 taon yang lalu, buat ya kira-kira 13 taon yang lalu dong ya? *ogeb*
Hei, Pak, gerakan merah putih elu ternyata baru diikutin orang ya....
Oh ya? Mana?
Ini barusan liat di Enda, Enda dari #direktif, #direktif dari Merdeka!, Merdeka! dari Risiyanto Budi (kayak inisial elu, hehe).
Eh tapi merekanya telat, baru mulai tanggal 10 sedangkan elu udah dari kapan itu, tanggal 5 kan.
Iya ya, gue lebih tua. Tapi kan itungannya harusnya..ehm...harusnya kan..eh, gimana ya harusnya? Wah, bingung saya. Maklumlah, udah tua, uhuk..uhuk..
Emang canggih Indonesia.
Juwi, elu katanya mau ke sini? Mana buktinya, manaaa??? Pasti belon bikin paspor juga deh.
Weits, jangan salah. Udah jadi dong, paspor gue. Ngurusnya pas kemaren cuti. Pas paspor selesai, cuti udah abis..hehehe. Nulis-nulis, di monitor gue kok gambar yang di atas itu, tungkai bawah kaki elu terpisah dari lutut elu? Why, o why, ya?
Oh ya? Resolusi elu berapa emang?
Resolusi layar elu maksudnya.
Kayanya emang yang pertama gue tau memerah dan memutihkan blognya ya whoablog ini deh. Tapi gak papa kali-kali yg lain juga sebenernya sempet mampir disini. Merdeka !
Gw dong, pasang bendera di rumah! :)
Eh, menyambung yang dulu. Jangan-jangan, si Isabella itu dari 'dunia lain' yah? Gimana bisa makhluk dari 'dunia lain' malah dominan?
Dan buat Ibu Chrysalic, masak siy udah SMP waktu itu? kalo gitu aku manggilnya Tante Chrys dong? Ato Tante Dettol? Sama kayak Om Dodol ama Om Bison? Apa Xinda juga boleh dipanggil Tante Xinda?
Emangnya kapan jadiannya, kok beraku-kamu? :P
Gw cukup pake Ndoro aja kok, 'Cis.
Ya sudah kita beraku kau sadja, biar tidak dianggap mahluk jadi-jadian. :p
uhu uhu memangan suda SMP atao baru lulus SD ya kira kira begitulah... mbok yao saia jangan dipanggil tante toch cukup jeng saja ya dik, eh... jeng Buntjiss... ^^;v
Ren, resolusi layar komputer yang gue pake: 1024X768.
Merdeka!











